Penyelesaian Kasus Tanah Petani Way Kanan Dinilai Lamban, Masyarakat Berdemo di Kejati

IMG_20221021_062444
Banner-Panjang

BANDAR LAMPUNG (LM) : Penanganan Laporan 22 Petani Kampung Negara Mulya  Way Kanan sudah tiga tahun tidak ada titik terang, masyarakat mulai meragukan kinerja para penegak hukum.

Hal ini dilihat dengan munculnya Aksi Demo di Depan Kantor Kejaksaan Negeri Lampung yang digelar oleh Konsorsium Masyarakat Lampung Anti Mafia Tanah (Comandt) Kamis (10/10/2022).

 

Massa Aksi terlihat membentangkan spanduk “Berantas Mafia Tanah di Lampung “

Dalam orasinya koordinator Aksi Andre mengatakan, lambannya penanganan laporan 22 petani Negara Mulya Way Kanan sangat mungkin karena adanya Mafia Tanah dalam perkara yang menyeret Oknum Anggota DPRD Kabupaten Way Kanan

 

“Ada dugaan keterlibatan oknum membekingi perkara pidana pengrusakan lahan milik 22 petani itu. Kami desak APH tangkap bekingnya,” Katanya.

Sebelumnya Dirkrimum Polda Lampung Telah menaikan status laporan 22 petani asal kampung Negara Mulya Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan ketahap Lidik namun hingga hari ini belum ada tersangka untuk perkara tersebut. (*)

TAG :

REKOMENDASI UNTUK ANDA

TERKINI LAINNYA